Sabtu, 04 Desember 2010

Tugas 3 SIA

pertanyaan :

1. mengaudit suatu SIA secara efektif. membutuhkan seorang auditor yang memiliki pengetahuan tentang komputer dan aplikasinya dalam akuntansi. berikan pendapat anda sejauh mana auditor harus memiliki keahlian komputer untuk menjadi auditor yang efektif?

2. apakah anda setuju bahwa metode yang paling efektif untuk mendapatkan pengamanan system yang memadai adalah dengan mengandalkan integritas pegawai perusahaan? mengapa dan mengapa tidak?apakah hal ini tampak ironis? pengukuran apa yang perlu perusahaan lakukan untuk memastikan integritas pegawainya?


Jawab :

Menurut pendapat saya setuju karena dalam pelaksanaannya, kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang auditor harus meiliki kemampuan dapat mengumpulkan bukti-bukti yang jelas dan memadai melalui berbagai teknik termasuk survei, interview, observasi dan review dokumentasi (termasuk review source-code bila diperlukan).

Sesuai dengan standar auditing ISACA (Information Systems Audit and Control Association), seorang auditor juga harus menyusun laporan yang mencakup tujuan pemeriksaan, sifat dan kedalaman pemeriksaan yang dilakukan. Laporan ini juga harus menyebutkan organisasi yang diperiksa, pihak pengguna laporan yang dituju dan batasan-batasan distribusi laporan. Laporan juga harus memasukkan temuan, kesimpulan, rekomendasi sebagaimana layaknya laporan audit pada umumnya.


2. Saya kurang setuju dengan metode tersebut karena dalam pengamanan sistem suatu perusahaan bukan hanya dengan mengandalkan integritas pegawainya namun juga harus memperhatikan semua kemungkinan yang terjadi ter hadap sistem itu sendiri.seperti pengaruh dari luar yang bisa berakibat terhadap keutuhan sistem yang sudah ada. Karena pihak luar yang tidak bertanggung jawab bisa membuat system itu menjadi rusak atau berantakan karena system yang ada sudah diubah. Meskipun setiap pegawai mempunyai intergritas yang harus selalu dijunjung tinggi dalam sebuah perusahaan namun integritas setiap pegawai sewaktu-waktu bisa berubah haluan yang akan merusak system perusahaan itu sendiri. Oeleh karena itu, semua pegawai perusahaan harus selalu dibimbing untuk mempunyai integritas yang tinggi untuk perusahaannya itu.

Pengukuran yang harus perusahaan lakukan untuk memastikan integritas pegawainya itu dengan selalu memberikan motivasi dan dukungan buat setiap pegawainya dalam menjalankan kewajibannya.

Senin, 22 November 2010

PENDAPATAN PENJUALAN DAN PENAGIHAN KAS

Aktivitas Bisnis Siklus Pendapatan

Siklus pendapatan adalah rangkaian aktivitas bisnis dan kegiatan pemrosesan informasi terkait yang terus berulang dengan menyediakan barang dan jasa ke para pelanggan dan menagih kas sebagai pembayaran dari penjualan-penjualan tersebut.

* Apa sajakah dari empat aktivitas dasar bisnis yang dilakukan dalam siklus pendapatan ?
1. Entri pesanan penjualan
Proses entri pesanan penjualan mencakup tiga tahap:
- Mengambil pesanan dari pelanggan
- Memeriksa dan menyetujui kredit pelanggan
- Memeriksa ketersediaan persediaan

2. Pengiriman
Aktivitas dasar kedua dalam siklus pendapatan adalah memenuhi pesanan pelanggan dan mengirimkan barang dagangan yang diinginkan tersebut, proses ini terdiri dari dua tahap:
- Mengambil dan mengepak pesanan
- Mengirim pesanan tersebut

3. Penagihan dan Piutang Usaha
Aktivitas dasar ketiga dalam siklus pendapatan, melibatkan:
- Penagihan ke para pelanggan
- Memelihara data piutang usaha

4. Penagihan Kas
Langkah keempat (terakhir) dalam siklus pendapatan adalah penagihan kas, melibatkan:
- Menangani kiriman uang pelanggan
- Menyimpannya ke bank


Prosedur Pemrosesan Informasi


* Apakah contoh informasi tambahan yang seharusnya SIA sediakan :
– Waktu respons terhadap pertanyaan pelanggan
– Waktu yang dibutuhkan untuk memenuhi dan mengirim pesanan
– Persentase penjualan yang membutuhkan pemesanan ulang
– Kepuasan pelanggan
– Analisis pangsa pasar dan tren penjualan
– Analisis profitabilitas berdasarkan produk, pelanggan, dan area penjualan


Pengendalian: Tujuan, Ancaman, dan Prosedur

* Di dalam siklus pendapatan, SIA yang didesain dengan baik harus menyediakan pengendalian yang memadai untuk memastikan bahwa tujuan-tujuan berikut ini dicapai:
- Semua transaksi telah diotorisasikan dengan benar.
- Semua transaksi yang dicatat valid (benar-benar terjadi).
- Semua transaksi yang valid, dan disahkan, telah dicatat.
- Semua transaksi dicatat dengan akurat.
- Aset (kas, persediaan, dan data) dijaga dari kehilangan ataupun pencurian.
- Aktivitas bisnis dilaksanakan secara efisien dan efektif.



Kebutuhan Informasi Siklus Pendapatan dan Model Data


SIA didesain untuk mengumpulkan, memproses, dan menyimpan data kegiatan bisnis agar manajemen mendapatkan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan.

Kebutuhan Informasi Siklus Pendapatan: Data Operasional
Data operasional dibutuhkan untuk mengawasi kinerja dan untuk melakukan tugas-tugas rutin berikut ini :
- Merespons pertanyaan pelanggan mengenai saldo akun dan status pesanan
- Memutuskan apakah kredit pelanggan tertentu dapat ditambah atau tidak
- Menentukan ketersediaan persediaan
- Memilih metode untuk mengirim barang

Informasi yang lampau dan yang saat ini diperlukan agar menajemen dapat membuat keputusan strategis berikut ini :
- Menentukan harga produk dan jasa
- Menetapkan kebijakan mengenai retur penjualan dan garansi
- Memutuskan jangka waktu kredit yang ditawarkan
- Menentukan kebutuhan pinjaman jangka pendek
- Merencanakan kampanye pemasaran yang baru

SIA juga harus menyediakan informasi yang dibutuhkan untuk mengevaluasi kinerja proses yang penting berikut ini :
- Waktu respons terhadap pertanyaan pelanggan
- Waktu yang dibutuhkan untuk memenuhi dan mengirim pesanan
- Persentase penjualan yang membutuhkan pemesanan ulang
- Tingkat dan tren kepuasan pelanggan
- Analisis pangsa pasar dan tren penjualan
- Analisis profitabilitas berdasarkan produk, pelanggan, dan area penjualan
- Volume penjualan dalam dolar dan jumlah pelanggan
- Keefektifan iklan dan promosi
- Kinerja staf penjualan
- Pengeluaran piutang ragu-ragu dan kebijakan kredit
- Empat kegiatan bisnis besar dalam siklus pendapatan (Pesanan, memenuhi pesanan, pengiriman dan penagihan kas)





SUMBER :
- http://www.google.co.id/
- http://www.google.co.id/#hl=id&source=hp&biw=1366&bih=553&q=PENDAPATAN+PENJUALAN+DAN+PENAGIHAN+KAS&aq=f&aqi=&aql=&oq=&gs_rfai=&pbx=1&fp=141c6d77f3ac4eec

Kamis, 11 November 2010

AUDIT SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER

Proses akuntansi yang dilakukan untuk pengolahan transaksi/data, cukup user/pemakai tersebut hanya dengan menginput data/transaksi, sehingga secara otomatis data tersebut akan terintegrasi dan bisa membuat informasi Financial Report yang up to date. Untuk menjaga agar sistem tersebut dapat diandalkan dan dapat dipercaya, maka diperlukan Audit Sistem Informasi Akuntansi Berbasis Komputer sehingga dapat menghasilkan informasi yang relevan dan akurat.

Sifat Pemeriksaan

* Asosiasi akuntansi Amerika mendefinisikan auditing sebagai berikut :

* Auditing adalah sebuah proses sistemeatis untuk secara obyektif mendapatkan dan mengevaluasi bukti mengenai pernyataan perihal tindakan dan transaksi bernilai ekonomi, untuk memastikan tingkat kesesuaian antara pernyataan tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan, serta mengkomunikasikan hasil-hasilnya pada para pemakai yang berkepentingan

* Auditing membutuhkan pendekatan langkah per langkah yang dibentuk dengan perencanaan teliti serta pemilihan dan pelaksanaan teknik yang tepat dengan hati-hati.

* Keterlibatan audit yaitu mengumpulkan, meninjau, dan mendokumentasikan bukti audit.


Audit Sistem Informasi

* Tujuan audit SIA adalah untuk meninjau dan mengevaluasi pengendalian internal yang melindungi sistem tersebut.

* Ketika melaksanakan audit sistem informasi, para auditor harus memastikan tujuan-tujuan berikut ini dipenuhi :
1. Perlengkapan keamanan melindungi perlengkapan komputer, program, komunikasi, dan data dari akses yang tidak sah, modifikasi, atau penghancuran.

2. Pengembangan dan perolehan program dilaksanakan sesuai dengan otorisasi khusus dan umum dari pihak manajemen.

3. Modifikasi program dilaksanakan dengan otorisasi dan persetujuan pihak manajemen.

4. Pemrosesan transaksi, file, laporan, dan catatan komputer lainnya telah akurat dan lengkap.

5. Data sumber yang tidak akurat atau yang tidak memiliki otorisasi yang tepat diidentifikasi dan ditangani sesuai dengan kebijakan manajerial yang telah ditetapkan.

6. File data komputer telah akurat, lengkap, dan dijaga kerahasiaannya.

Software Komputer

* Beberapa program komputer, yang disebut computer audit software (CAS) atau generalized audit software (GAS), telah dibuat secara khusus untuk auditor.

* CAS adalah program komputer yang, berdasarkan spesifikasi dari auditor, menghasilkan program yang melaksanakan fungsi-fungsi audit.


Pemakaian Software komputer


Langkah pertama auditor adalah memutuskan tujuan-tujuan audit, mempelajari file serta databse yang akan diaudit, merancang laporan audit, dan menetapkan bagaimana cara menghasilkannya.

* Informasi ini akan dicatat dalam lembar spesifikasi dan dimasukkan ke dalam sistem melalui program input data.

* Program ini membuat catatan spesifikasi yang digunakan CAS untuk menghasilkan satu atau lebih program audit.

* Program audit memproses file-file sumber dan melaksanakan operasional audit yang dibutuhkan untuk menghasilkan laporan audit yang telah ditentukan.


Audit Operasional Atas Suatu SIA

Berbagai teknik dan prosedur yang digunakan dalam audit operasional hampir sama dengan yang diterapkan dalam audit sistem informasi dan keuangan.
* Perbedaan utamanya adalah bahwa lingkup audit sistem informasi dibatasi pada pengendalian internal, sementara lingkup audit keuangan dibatasi pada output sistem.

* Sebaliknya, lingkup audit operasional lebih luas, melintasi seluruh aspek manajemen sistem informasi.

* Tujuan audit operasional mencakup faktor-faktor seperti: efektivitas, efisiensi, dan pencapaian tujuan.

* Pengumpulan bukti mencakup kegiatan-kegiatan berikut ini :
- Meninjau kebijakan dokumentasi operasional.
- Melakukan konfirmasi atas prosedur dengan pihak manajemen serta personil operasional.

Prosedur pengumpulan bukti, cont.
- Mengamati fungsi-fungsi dan kegiatan operasional.
- Memeriksa rencana dan laporan keuangan serta operasional.
- Menguji akurasi informasi operasional.
- Menguji pengendalian.


sumber :
- ttp://www.google.co.id/#hl=id&source=hp&biw=1366&bih=549&q=audit+sistem+informasi+berbasis+komputer&aq=0&aqi=g1&aql=&oq=audit+sistem+informasi+berbasis+&gs_rfai=&fp=e1b935964942f0ff
- http://budhivensius.blogspot.com/2010/10/audit-sistem-informasi-berbasis.html

Selasa, 26 Oktober 2010

Pengendalian dan Sistem Informasi Akuntansi

Ancaman-ancaman atas SIA :
• Salah satu ancaman yang dihadapi perusahaan adalah kehancuran karena bencana alam dan politik, seperti :
- Kebakaran atau panas yang berlebihan
- Banjir, gempa bumi
- Badai angin, dan perang

• Ancaman kedua bagi perusahaan adalah kesalahan pada software dan tidak berfungsinya peralatan, seperti :
- Kegagalan hardware
- Kesalahan atau terdapat kerusakan pada software, kegagalan sistem operasi, gangguan dan fluktuasi listrik.
- Serta kesalahan pengiriman data yang tidak terdeteksi.

• Ancaman ketiga bagi perusahaan adalah tindakan yang tidak disengaja, seperti :
- Kecelakaan yang disebabkan kecerobohan manusia
- Kesalahan tidak disengaja karen teledor
- Kehilangan atau salah meletakkan
- Kesalahan logika
- Sistem yang tidak memenuhi kebutuhan perusahaan

• Ancaman keempat yang dihadapi perusahaan adalah tindakan disengaja, seperti :
- sabotase
- Penipuan komputer
- Penggelapan

Aktivitas – aktivitas Pengendalian :
• Komponen pertama dari model pengendalian internal COSO adalah : lingkungan pengendalian.

•Lingkungan pengendalian terdiri dari faktor-faktor berikut ini :
1.Komitmen atas integritas dan nilai-nilai etika
2.Filosofi pihak manajemen dan gaya beroperasi
3.Struktur organisasional
4.Badan audit dewan komisaris
5.Metode untuk memberikan otoritas dan tanggung jawab
6.Kebijakan dan praktik-praktik dalam sumber daya manusia
7.Pengaruh-pengaruh eksternal

• Komponen kedua dari model pengendalian internal COSO adalah kegiatan-
kegiatan pengendalian.

•Secara umum, prosedur-prosedur pengendalian termasuk dalam satu dari lima kategori berikut ini :
1.Otorisasi transaksi dan kegiatan yang memadai
2.Pemisahan tugas
3.Desain dan penggunaan dokumen serta catatan yang memadai
4.Penjagaan aset dan catatan yang memadai
5.Pemeriksaan independen atas kinerja

Penilaian Resiko :
• Komponen ketiga dari model pengendalian internal COSO adalah Penilaian resiko.

• Perusahaan menghadapi jenis-jenis ancaman berikut ini :
- strategis —> melakukan hal yang salah.
- Operasional ─> melakukan hal yang benar, tetapi dengan cara yang salah .
- Keuangan —> adanya kerugian sumber daya keuangan, pemborosan, pencurian atau pembuatan kewajiban yang tidak tepat .
-informasi —> menerima informasi yang salah atau tidak relevan, sistem yang tidak andal, dan laporan yang tidak benar atau menyesatkan .

• Perusahaan yang menerapkan sistem EDI harus mengidentifikasi ancaman-ancaman yang akan dihadapi oleh sistem tersebut, taitu :
1.Pemilihan teknologi yang tidak sesuai
2.Akses sistem yang tidak diotorisasi
3.Penyadapan transmisi data
4.Hilangnya integritas data
5.Transaksi yang tidak lengkap
6.Kegagalan sistem
7.Sistem yang tidak kompatibel

Beberapa ancaman menunjukkan resiko yang lebih besar karena probabilitas kemunculannya lebih besar, misalnya :
- Perusahaan lebih mungkin menjadi korban penipuan komputer daripada serangan teroris.
- Resiko dan penyingkapan harus diperhitungkan bersama-sama.

Informasi dan Komunikasi :

• Komponen keempat dari model pengendalian internal COSO adalah informasi dan komunikasi .

• Akuntan harus memahami berikut ini :
1.Bagaimana transaksi diawali .
2.Bagaimana data didapat dalam bentuk yang dapat dibaca oleh mesin atau data diubah dari dokumen sumber ke bentuk yang dapat dibaca oleh mesin .
3.Bagaimana file komputer diakses dan diperbarui .
4.Bagaimana data diproses untuk mempersiapkan sebuah informasi .
5.Bagaimana informasi dilaporkan

• Hal-hal tersebut membuat sistem dapat melakukan jejak audit (audit trail).

• Jejak audit muncul ketika transaksi suatu perusahaan dapat dilacak di sepanjang sistem mulai dari asalnya sampai tujuan akhirnya pada laporan keuangan.


sumber : google.com
: http://www.informasikarir.com/var/sistem+informasi+akuntansi+contoh+pengendalian+internal

Kamis, 07 Oktober 2010

E-Business

Pengertian e-Business atau definisi e-business adalah kegiatan bisnis yang dilakukan secara otomatis dan semiotomatis dilakukan dengan menggunakan teknologi elektronik. E-business memungkinkan suatu perusahaan untuk berhubungan dengan sistem pemrosesan data internal dan eksternal secara lebih efisien dan fleksibel. E-business juga banyak dipakai untuk berhubungan dengan suplier dan mitra bisnis perusahaan, serta memenuhi permintaan dan melayani kepuasan pelanggan secara lebih baik.


Penggunaan sehari-hari, e-business tidak hanya menyangkut perdagangan elektronik atau e-commerce saja. Dalam hal ini, e-commerce lebih merupakan sub bagian dari e-business, sementara e-business meliputi segala macam fungsi dan kegiatan bisnis menggunakan data elektronik, termasuk pemasaran Internet. Sebagai bagian dari e-business, e-commerce lebih berfokus pada kegiatan transaksi bisnis lewat www atau Internet. Dengan menggunakan sistem manajemen pengetahuan, e-commerce mempunyai goal untuk menambah revenu dari perusahaan.


E-business berkaitan secara menyeluruh dengan proses bisnis termasuk value chain: pembelian secara elektronik (electronic purchasing), manajemen rantai suplai (supply chain management), pemrosesan order elektronik, penanganan dan pelayanan kepada pelanggan, dan kerja sama dengan mitra bisnis. E-business memberi kemungkinan untuk pertukaran data di antara satu perusahaan dengan perusahaan lain, baik lewat web, Internet, intranet, extranet atau kombinasi di antaranya.



sumber : http://elia-laemba.blogspot.com/2008/09/pengertian-e-bisnis.html
: www.google.com
: http://elektroundip2002.files.wordpress.com/2008/02/tugas-1-e-bisnis.pdf
: http://www.total.or.id/info.php?kk=e-business

Tugas 2

Pertanyaan :
"Nilai suatu informasi sama dengan selisih antara keuntungan keputusan yang didapat dari pemakaian informasi,dengan biaya untuk menghasilkannya. Apakah Anda atau organisasi manapun,akan memproduksi suatu informasi jika perkiraan biayanya melebihi manfaatnya? Berikan beberapa contoh."



jawaban :
bisa "Ya" bisa juga "Tidak" ... karena dari suatu informasi tersebut kita bisa menilai,apabila informasi itu penting bagi kita kenapa tidak,kita akan memproduksi suatu informasi jika perkiraan biayanya melebihi,karena Informasi dibutuhkan oleh pihak kita dan pihak kerja sama. Kebutuhan mereka akan informasi berbeda tergantung pada tingkatan serta kepentingan masing-masing dalam setiap usaha.lain halnya apabila informasi sudah tidak terlalu berguna buat keperluan kita dan biayanya melebihi dari manfaatnya itu sepertinya tidak perlu memproduksi informasi tersebut.


Contoh : Internet dan Handphone


sumber : www.google.co.id

Selasa, 28 September 2010

ALUR PEMBUATAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

PROFIL PERUSAHAAN

PT. Siska Angkasa Putri merupakan perusahaan distributor yang bergerak dibidang penjualan aksesoris komputer, seperti CD Blank, Printer, Disket, Mouse, Refill, Cartridge, Kertas foto dll. Perusahaan ini berlokasi di Depok dan telah memiliki beberapa cabang.

Contoh konteks diagram SIA PT. SISKA ANGKASA PUTRI

Dibawah ini contoh alur pembuatan Sistem Informasi Akuntansi pada PT. Siska Angkasa Putri.



Pada gambar alur diatas terlihat pencatatan penjualan dan pembelian perusahaan yang kemudian dibuat kedalam konteks diagram Sistem Informasi Akuntansi

Sumber :
- http://www.docstoc.com/docs/7203905/PEMBUATAN-SISTEM-INFORMASI-AKUNTANSI
- www.google.co.id
- www.bibsonomy.org